DRAMATISNYA PEJUANG AMPLOP COKLAT (Fresh Graduation / Berpengalaman) Kepada Yth. HR Recruitment Seluruh Perusahaan di Indonesia di Tempat Rada ngilu, mau nangis, mau ketawa. Ini perasaan sesaat setelah lulus kuliah. Pilihannya ada bbrp : 1. Melanjutkan kuliah ke jenjang lebih tinggi, 2. Nyebar lamaran (Pejuang Amplop Coklat), 3. Terima lamaran ijab qobul ehh 😂 Tergantung si individunya lebih mampu, lebih mau & lebih doyan yg mana 😌🙏. Saya lebih tertarik membahas pilihan ke 2, krn apa ? Mau bahas pilihan 1, masih nyeker nyari beasiswa sampai sekarang 😊🙏. Mau bahas pilihan 3, duhh rada ngilu gengs 😌🙏. Ok baik. Pilihan ke 2, nyebar lamaran (Pejuang amplop coklat). Langkah-langkahnya sbb : 1. Berselancar di semua sosial media, cetak & info ke teman-teman yg lebih berpengalaman. 2. Add/Follow semua akun yg berbau harapan 😌 utk amplop coklat yg kt punya. 3. Nyeker dari jam sekian - sampai mata minta ampun atau sms pemberitahuan masuk...
Panjang umur perjuangan, Pendek umur para pembangkang, Panjang umur perjuangan, Pendek umur pembabi buta jalanan, Ntah apa yang merasuki mereka, Hingga tak lagi memihak kepada sesama, Perang saudara dimana-mana, Seolah mereka tak mengerti tugasnya apa, Serasa NKRI bukan lagi milik bersama, Serasa NKRI bukan lagi untuk dijaga, NKRI harga Mati ? Betulkah ini ? Lantas mengapa ada ricuh, tembakan, pentungan, pukulan, pengeroyokan dan adu jotos setengah mati ! Semoga yang berdasi di gedung sana mengerti, Bahwa aksi ini bukanlah ajang unjuk gigi, Melainkan aspirasi para anak negeri, Menolak peraturan yang menggelikan sekali. Panjang umur perjuangan, damailah aksi ini kawan, Jangan lagi ada yang saling menyerang, Sebab kita setujuan, menyerukan keadilan, Agar para tuan disana paham, apa itu kemanusian. Mksr, 26 September 2019. @hm0.4 || @coretan04
Bagai LINGKARAN BULAT YANG UTUH, 24 jam dalam sehari, itu waktuku, Ini hukum waktu, berlaku seumur hidupku, Berputar terus menerus, bergulir dan bergulat disitu. Terisi oleh banyak hal, terbagi menjadi beberapa bagian yang klasik, ku rincikan kurang lebih begini : 1. Tuhanku 2. Keluargaku 3. Kau milikku 4. Coretanku 4. Temanku 5. Hujanku 6. Senjaku 7. Dan terakhir diriku sendiri. Setiap sisi ini memiliki porsinya tersendiri. Setiap sisi ini tidak bisa saling mengganti, Setiap sisi ini hanya bisa utuh oleh sisi itu sendiri, Sebab aku tak utuh, 7 hal ini yang mengutuhkanku hingga detik ini. Hujan tak bisa mengganti senja, Begitupun sebaliknya, TIDAK BISA ! Hujan tak bisa bertukar posisi dengan senja, Sebab rasa dan waktunya jelas berbeda. Walau sering kali waktu berubah-ubah semaunya, Tak peduli apa yang ia tinggalkan begitu saja, Terlindas, menggilas bahkan menenggelamkan seenaknya, "MASA BODOH", kurang lebih begitu congkaknya waktu. Tapi ku tegask...
Komentar
Posting Komentar